Tuban, berandaonline.id – Di tengah tuntutan transformasi layanan kesehatan digital, RSUD dr. R. Koesma Tuban kembali mencatatkan capaian penting dengan meraih status Akreditasi Paripurna. Pencapaian ini sekaligus menandai pemulihan penuh status akreditasi setelah sebelumnya sempat terkendala implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi dengan sistem nasional SATUSEHAT.
Kepastian tersebut tertuang dalam Surat Kementerian Kesehatan RI Nomor YM.01.02/D/1601/2026 tertanggal 4 Mei 2026 tentang Hasil Verifikasi Tahap 2 terhadap Surat Klarifikasi Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik Rumah Sakit. Dalam surat itu, RSUD dr. R. Koesma Tuban masuk dalam 316 rumah sakit yang permohonan klarifikasinya dinyatakan diterima, sehingga status akreditasi kembali seperti semula.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban, drg. Heni Purnomo Wati, menjelaskan bahwa penurunan status sebelumnya murni disebabkan kendala teknis pada integrasi sistem radiologi berbasis PACS dengan platform SATUSEHAT.
Baca Juga:
Permasalahan tersebut terjadi pada proses bridging data radiologi yang belum optimal. Namun, dalam waktu relatif singkat, seluruh pembenahan sistem berhasil diselesaikan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
“Akreditasi ini bukan sekadar capaian administratif, tetapi menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Tim verifikator Kemenkes RI juga telah melakukan pengecekan langsung pada 14 April 2026 sebelum akhirnya memutuskan pemulihan status Akreditasi Paripurna RSUD dr. R. Koesma Tuban.
Akreditasi Paripurna sendiri merupakan predikat tertinggi dalam penilaian rumah sakit yang mencakup mutu layanan medis, keselamatan pasien, hingga kesiapan fasilitas dan infrastruktur.
Dengan capaian ini, RSUD dr. R. Koesma Tuban menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan berbasis digital agar lebih cepat, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain kembali meraih Akreditasi Paripurna, RSUD dr. R. Koesma Tuban juga memperkuat layanan unggulan, khususnya pada poli jantung, dengan menambah dua dokter spesialis jantung baru.
Dua dokter tersebut yakni dr. Ryan Enast Intan, Sp.JP yang mulai bertugas sejak 27 April 2026, serta dr. Fahrun Nisa’i Fatimah, Sp.JP yang dijadwalkan aktif mulai 11 Mei 2026. Keduanya berstatus dokter kontrak BLUD.
Kehadiran dua dokter baru ini melengkapi satu dokter spesialis jantung yang sudah lebih dahulu bertugas, yaitu dr. Hariman Kristian, Sp.JP yang berstatus ASN. Dengan demikian, total terdapat tiga dokter spesialis jantung di RSUD dr. R. Koesma Tuban.
drg. Heni Purnomo Wati, memastikan seluruh proses administrasi kedua dokter baru telah rampung, mulai dari Surat Tanda Registrasi (STR), kredensial, hingga clinical appointment atau Surat Penugasan Klinis (SPK).
“Seluruh tahapan administrasi sudah selesai. Mulai 11 Mei ini pelayanan poli jantung dapat berjalan lebih optimal,” jelasnya.
Dengan penambahan tenaga spesialis tersebut, layanan poli jantung kini dapat dibuka lebih luas dari sebelumnya yang hanya berjalan terbatas beberapa hari dalam sepekan. Saat ini, pelayanan direncanakan berlangsung dari Senin hingga Sabtu.
Manajemen rumah sakit menargetkan peningkatan akses layanan jantung bagi masyarakat Tuban dan sekitarnya. Penambahan dokter spesialis diharapkan mampu mengurangi antrean pasien rujukan serta menekan kebutuhan rujukan ke luar daerah.
“Harapan kami, masyarakat Tuban bisa mendapatkan layanan jantung yang cepat, nyaman, dan berkesinambungan di RSUD Koesma,” pungkas Heni. (Red/Ron)















