Tuban, berandaonline.id – Suasana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, mendadak berubah pada Rabu (1/7). Kawasan yang biasanya dipenuhi aktivitas nelayan disulap menjadi lokasi simulasi penanganan keadaan darurat akibat kebocoran minyak di perairan.
Puluhan personel gabungan dari berbagai unsur bersama masyarakat dilibatkan dalam latihan untuk menguji kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kegagalan teknologi industri. Mulai dari koordinasi, proses evakuasi, hingga penanganan dampak pencemaran dilakukan melalui skenario yang dibuat menyerupai kondisi sebenarnya.
Simulasi bertajuk Wet Drill Command Post Exercise Penanggulangan Keadaan Darurat Bencana Kegagalan Teknologi Industri tersebut diselenggarakan BPBD Kabupaten Tuban bekerja sama dengan PT Pertamina EP Sukowati Field. Kegiatan ini merupakan bagian dari pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Sub Urusan Penanggulangan Bencana.
Baca Juga:
Peserta yang terlibat berasal dari TNI, Polri, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, Desa Tangguh Bencana (Destana), hingga masyarakat sekitar.
Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, melalui sambutan yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, menegaskan pentingnya latihan kesiapsiagaan seiring berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Tuban.
Menurutnya, seluruh pihak harus memahami langkah yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
“Kita tentu berharap kejadian seperti ini tidak pernah terjadi. Namun sebagai bentuk kesiapsiagaan, kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang,” ujarnya.
Agus menambahkan, simulasi tersebut bukan sekadar menguji prosedur, tetapi juga memperkuat koordinasi agar setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing saat menghadapi situasi darurat.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah lain yang memiliki potensi risiko tinggi, termasuk kawasan pasar yang beberapa kali mengalami kebakaran.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, mengungkapkan bahwa simulasi di Desa Karangagung menjadi latihan penanganan kegagalan teknologi di wilayah perairan yang pertama kali dilaksanakan BPBD Tuban.
Menurutnya, persiapan kegiatan tersebut telah dilakukan sejak sekitar satu tahun lalu. Tahapannya dimulai dari pembentukan Desa Tangguh Bencana di Karangagung hingga penyusunan skenario bersama PT Pertamina EP Sukowati Field.
“Kami tidak ingin ketika terjadi kebocoran minyak semua pihak justru kebingungan. Hari ini kami membuat skenario semirip mungkin dengan kondisi sebenarnya supaya semua mengetahui apa yang harus dilakukan,” kata Sudarmaji.
Ia menjelaskan, Desa Karangagung dipilih karena berada di kawasan pesisir yang dilintasi jalur pipa migas sehingga seluruh unsur, mulai pemerintah desa, aparat keamanan, relawan hingga masyarakat, perlu memahami prosedur penanganan keadaan darurat.
Di sisi lain, Plt Camat Palang, Kapitano Gunawan, menyambut baik pelaksanaan simulasi perdana tersebut. Menurutnya, latihan memberikan pengalaman langsung kepada seluruh peserta mengenai peran masing-masing ketika menghadapi kondisi darurat.
“Kalau suatu saat benar-benar terjadi, semua sudah tahu harus berada di mana dan apa yang harus dilakukan. Tentu kita berharap kejadian itu tidak pernah ada, tetapi kalaupun terjadi, kita sudah lebih siap,” tandasnya. (Red/Ron)
















