Tuban, berandaonline.id – Viral di media sosial video kepulan asap putih di area operasional PT NERS Desa Selogabus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, akhirnya mendapat penjelasan resmi dari kepolisian.
Polres Tuban memastikan video yang dinarasikan sebagai kebocoran gas berbahaya tersebut tidak benar. Aktivitas yang terlihat disebut merupakan proses normal transfer gas Nitrogen (N₂) di area perusahaan.
Kasihumas Polres Tuban Iptu Siswanto mengatakan, pihak Polsek Parengan telah turun melakukan klarifikasi dan pemantauan usai video tersebut ramai diperbincangkan masyarakat.
Baca Juga:
“Dari hasil klarifikasi yang dilakukan, aktivitas tersebut merupakan proses operasional normal dan tidak ditemukan adanya kebocoran gas berbahaya,” ujar Iptu Siswanto.
Menurutnya, asap putih yang terlihat dalam video berasal dari proses transfer Nitrogen dari mobil tangki milik PT Linde Surabaya ke tangki PT NERS pada Kamis (29/5/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.
Pihak manajemen PT NERS melalui Daniel Wahyudi juga membantah adanya insiden kebocoran gas.
“Informasi mengenai adanya kebocoran gas berbahaya tidak benar,” tegas Daniel.
Ia menjelaskan, Nitrogen yang bertemu udara dingin dan lembab akan memunculkan efek kondensasi berupa uap putih tebal sehingga tampak seperti kebocoran besar.
Kondisi tersebut disebut sebagai hal normal dalam proses transfer Nitrogen dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Petugas keamanan perusahaan, Pujianto, turut memastikan seluruh proses transfer dilakukan sesuai prosedur operasional standar.
Diketahui, gas Nitrogen tersebut digunakan untuk mendukung operasional pengeboran minyak di wilayah Pertamina Sukowati, Bojonegoro.
Polres Tuban pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi viral di media sosial tanpa verifikasi.
“Sebelum disebarkan, silakan dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tambah Iptu Siswanto. (Red/Ron)















