Tuban, berandaonline.id – Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas jejaring global. Salah satu langkah strategis terbaru adalah peluncuran Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang lahir dari hasil kajian kebutuhan riil di lapangan.
Peluncuran prodi K3 ini beriringan dengan Wisuda IX pada Sabtu (18/4/2026) dan penguatan kerja sama internasional antara IIKNU Tuban dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia. Kampus yang berbasis di Shah Alam tersebut dikenal sebagai salah satu universitas publik terbesar di Malaysia dengan fokus pada bidang teknologi, teknik, dan bisnis.
Perwakilan UiTM, Prof Taufiq, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan IIKNU mencakup berbagai bidang, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat. Menurutnya, kedua institusi juga akan mengembangkan metode pembelajaran bersama melalui webinar, seminar, serta riset berbasis daring.
Baca Juga:
“Kolaborasi ini juga membuka peluang pertukaran pelajar untuk mengeksplorasi potensi mahasiswa di kedua negara, meski program tersebut masih dalam tahap perencanaan,” ujarnya.
Selain itu, kerja sama juga difokuskan pada penyelarasan kurikulum dan penguatan kapasitas dosen. UiTM sebelumnya telah memiliki pengalaman pengabdian masyarakat di Indonesia, termasuk di Yogyakarta bersama lembaga non-pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Taufiq juga menyampaikan orasi ilmiah pada prosesi wisuda IIKNU. Ia menekankan pentingnya jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa di tengah terbatasnya lapangan kerja.
“Jumlah lulusan tidak sebanding dengan peluang kerja yang tersedia. Ini terjadi di Malaysia, dan kemungkinan juga di Indonesia. Karena itu, mahasiswa harus berani berwirausaha,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor IIKNU Tuban, Dr. H. Miftahul Munir, menjelaskan bahwa pembukaan Prodi K3 merupakan respons atas kebutuhan masyarakat dan dunia industri, khususnya di wilayah Tuban dan sekitarnya.
“Setelah dilakukan studi kelayakan, ternyata Prodi K3 sangat dibutuhkan. Apalagi di Bojonegoro juga belum tersedia jurusan ini, sementara pertumbuhan industri di Tuban terus meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, meski baru dibuka, Prodi K3 sudah menarik minat dengan 15 pendaftar awal. Hal ini menjadi indikator positif bahwa program tersebut tepat sasaran.
Lebih jauh, Munir menegaskan bahwa IIKNU terus memperluas jejaring internasional sebagai bagian dari peningkatan kualitas akademik. Kerja sama telah terjalin dengan berbagai negara seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi (Riyadh dan Madinah), Jepang, hingga Taiwan.
“InsyaAllah Agustus mendatang, sebanyak 10 mahasiswa Gizi akan menjalani magang di Taiwan. Saat ini mereka sudah masuk tahap wawancara,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh program studi di IIKNU dirancang berbasis kebutuhan masyarakat. “Prodi lahir dari permintaan masyarakat, termasuk K3. Kami juga belajar dari kampus jejaring seperti UiTM sebelum akhirnya meluncurkan program ini,” tambahnya.
Dalam laporan wisuda terbaru, IIKNU meluluskan ratusan mahasiswa dari berbagai program studi. Dari Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, tercatat 94 lulusan S1 Keperawatan dan 35 lulusan S1 Kebidanan. Sementara dari Fakultas Kesehatan, terdapat 16 lulusan S1 Gizi dan 5 lulusan S1 Administrasi Kesehatan.
Dengan penguatan jejaring global dan program studi yang adaptif terhadap kebutuhan industri, IIKNU Tuban optimistis mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Red/Ron)















