Tuban, berandaonline.id – Sarasehan PPLP PT/YPLP PT dan Pimpinan Perguruan Tinggi PGRI se-Jawa Timur di Tuban tidak sekadar menjadi ruang bertukar gagasan. Forum tersebut mulai membuka jalan bagi terbentuknya jejaring kerja sama antarperguruan tinggi PGRI di Jawa Timur.
Sebanyak 113 peserta dari berbagai perguruan tinggi PGRI mengikuti kegiatan yang digelar Perkumpulan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) Tuban di Hotel Lynn Tuban, Sabtu-Minggu (8-9/8/2026).
Salah satu agenda yang menjadi sorotan adalah sesi Best Practice. Para pimpinan perguruan tinggi diberi ruang untuk memaparkan pengalaman, inovasi, serta strategi dalam mengelola perguruan tinggi.
Baca Juga:
Forum tersebut kemudian berkembang menjadi ruang untuk mendorong transfer pengetahuan dan praktik baik antarkampus. Gagasan yang berhasil diterapkan di satu perguruan tinggi diharapkan dapat diadaptasi kampus PGRI lainnya dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.
Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Unifah Rosyidi, menilai forum semacam itu penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini.
Menurutnya, persoalan pendidikan tinggi justru dapat menjadi ruang untuk melahirkan gagasan baru yang solutif ketika dibahas bersama.
“Best Practice mendiskusikan banyak hal, di sini kita bisa lahirkan pemikiran positif,” ungkap Prof. Unifah.
Ia menegaskan, gagasan yang muncul dari forum tidak boleh berhenti sebagai wacana. Praktik baik yang sudah terbukti berhasil perlu diadopsi dan dikembangkan oleh perguruan tinggi lain.
Prof. Unifah bahkan secara khusus menyebut Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban sebagai salah satu kampus yang memiliki peluang untuk mengadaptasi berbagai inovasi tersebut.
“Inovasi lain bagus, bisa tidak di Universitas PGRI Ronggolawe Tuban dengan sedikit modifikasi sesuai ciri khas,” tegasnya.
Menurutnya, perbedaan karakter sosial maupun budaya antardaerah bukan menjadi hambatan. Inovasi dapat diterapkan dengan melakukan penyesuaian terhadap kondisi lokal, karakter mahasiswa, serta kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.
Ketua PGRI Jawa Timur, Dr. H. Djoko Adi Walujo, ST., MM., DBA., menilai pelaksanaan sarasehan di Tuban dapat menjadi model kegiatan yang efektif bagi pengembangan perguruan tinggi PGRI.
Ia memberikan perhatian khusus terhadap sesi Best Practice karena membuka ruang bagi pimpinan kampus untuk saling belajar mengenai tata kelola perguruan tinggi.
“Agenda tukar pengalaman antar pimpinan dalam mengelola perguruan tinggi yang baik, ini akan memperkuat jati diri PGRI,” ujar Djoko.
Menurutnya, forum tidak harus melibatkan ribuan peserta untuk menghasilkan pembahasan yang berkualitas. Dengan jumlah peserta yang lebih terfokus, diskusi justru dapat berlangsung lebih mendalam dan menghasilkan gagasan yang lebih konkret.
Ia berharap para peserta membawa pulang inspirasi dari perguruan tinggi lain untuk kemudian dikembangkan di lembaganya masing-masing.
Ketua PPLP PT PGRI Tuban, Sudjarwoto, menegaskan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi PGRI harus mulai diwujudkan dalam bentuk nyata.
Menurutnya, perguruan tinggi yang berada di bawah naungan PGRI memiliki modal sosial yang besar karena memiliki jaringan luas di berbagai daerah.
“Saudara di sini akan menjadikan wawasan semakin terbuka. Segala yang dilakukan harus membawa manfaat bagi ekosistem PGRI,” ucap Sudjarwoto.
Ia menilai setiap kegiatan bersama harus memiliki tujuan yang jelas dan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan institusi, bukan hanya menjadi agenda seremonial.
Kolaborasi antarkampus, lanjutnya, menjadi salah satu fondasi untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi PGRI yang saling menguatkan.
Ketua Forum Pimpinan PT PGRI Jawa Timur, Prof. Dr. Dra. Munawaroh, M.Kes., menilai kebutuhan kolaborasi semakin penting karena persaingan antarperguruan tinggi saat ini semakin ketat.
Perguruan tinggi tidak cukup hanya berorientasi mencetak sumber daya manusia unggul. Institusi pendidikan tinggi juga dituntut mampu memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“PT unggul adalah PT yang mampu tumbuh bersama dan jadi pelopor di masyarakat,” pungkas Munawaroh.
Jawa Timur sendiri memiliki sebaran perguruan tinggi PGRI yang disebut menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia. Meskipun telah memiliki Forum Pimpinan PT PGRI Jawa Timur, hingga kini belum terdapat forum khusus yang secara spesifik menggarap kerja sama antarperguruan tinggi PGRI.
Karena itu, sarasehan di Tuban diharapkan menjadi titik awal untuk mengisi kekosongan tersebut.
Forum kerja sama yang lebih terstruktur nantinya diharapkan mampu memperkuat budaya mutu, membuka peluang kolaborasi akademik, meningkatkan pertukaran pengetahuan, serta memperluas jejaring kemitraan antarperguruan tinggi PGRI.
Langkah tersebut sekaligus dapat menjadi strategi bersama untuk meningkatkan reputasi dan daya saing institusi di tengah kompetisi pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Dalam rangkaian kunjungannya di Tuban, Ketua Umum PB PGRI Pusat Prof. Unifah Rosyidi juga melantik dan mengukuhkan Pembina, Pengurus, serta Pengawas YPLP PT PGRI Nganjuk dan Sampang serta PPLP PT PGRI Pasuruan untuk masa bakti 2026-2031.
Kehadiran Prof. Unifah tidak berhenti pada forum pimpinan perguruan tinggi. Ia juga menyempatkan diri memberikan semangat kepada peserta Commfair Run with Balloon Run, agenda lari lima kilometer dalam rangka puncak Dies Natalis ke-18 Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unirow.
(Red/Ron)
















