Bojonegoro, berandaonline.id – PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Tak sekadar menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Komisaris Utama PEPC, Taufan Hunneman, bersama General Manager PEPC Regional Indonesia Timur, Afwan Daroni, turun langsung menemui warga dalam agenda Management Goes to Community (MGTC).
Kunjungan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (25–26/6/2026), itu menjadi bukti bahwa perusahaan ingin memastikan setiap Program Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat (PPM) benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).
Tiga desa menjadi lokasi kunjungan, yakni Desa Sendangharjo dan Desa Bandungrejo di Kecamatan Ngasem, serta Desa Ngradin di Kecamatan Padangan. Di setiap lokasi, jajaran manajemen berdialog langsung dengan kelompok penerima manfaat, pengurus koperasi, pelaku UMKM, hingga pemerintah desa untuk menyerap aspirasi sekaligus mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan.
Baca Juga:
Komisaris Utama PEPC, Taufan Hunneman, menegaskan bahwa kehadiran manajemen di lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan program perusahaan berjalan tepat sasaran.
“Melalui MGTC, kami dapat memantau pelaksanaan program, mendengarkan aspirasi, dan menyerap ekspektasi masyarakat secara objektif. Ini krusial agar program PPM ke depan semakin tepat sasaran dan akuntabel,” ujarnya.
Menurutnya, sebagai bagian dari BUMN, Pertamina memiliki tanggung jawab menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
“Dengan kolaborasi dan semangat gotong royong, kami optimistis program-program ini akan melahirkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.
General Manager PEPC Regional Indonesia Timur, Afwan Daroni, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), yang selama ini mendukung kelancaran operasional perusahaan.
“Keamanan dan kelancaran operasional Lapangan Gas JTB tidak lepas dari dukungan masyarakat sekitar. Hubungan harmonis ini merupakan modal penting bagi keberlanjutan operasi hulu migas yang aman, andal, dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, manajemen meninjau sejumlah program unggulan yang telah memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Di Desa Sendangharjo, rombongan mengunjungi Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan (BSM-KH) sekaligus mengikuti panen anggur perdana yang menjadi bagian dari pengembangan ekonomi sirkular berbasis lingkungan.
Selanjutnya, di Desa Bandungrejo, PEPC berdiskusi dengan Koperasi Tani mengenai penguatan kelembagaan serta strategi memperluas akses pasar produk pertanian lokal agar memiliki daya saing lebih tinggi.
Sementara itu, di Desa Ngradin, Kecamatan Padangan, manajemen mengunjungi sentra produksi UMKM Bolo JTB. Kelompok binaan PEPC tersebut berhasil mengembangkan daun kelor menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari cokelat, teh, kopi, mi instan hingga es krim. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa potensi lokal mampu berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Pada hari kedua, rombongan melanjutkan kunjungan ke BUMDes Kaliombo di Kecamatan Purwosari untuk melihat budidaya ayam petelur yang kini menjadi model replikasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Program Gayatri.
Bagi PEPC, Management Goes to Community bukan sekadar agenda seremonial ataupun kegiatan CSR semata. Program ini menjadi mekanisme monitoring dan evaluasi langsung agar seluruh program pemberdayaan masyarakat terus berkembang, memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan masyarakat dalam mendukung ketahanan energi nasional. (Red/Ron)
















