Beranda Tuban – Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban kembali menorehkan tonggak sejarah penting dalam dunia pendidikan tinggi. Kampus Manunggal ini resmi mengukuhkan tiga guru besar sekaligus, sehingga total kini memiliki lima profesor, menjadikannya perguruan tinggi paling menonjol di Jawa Timur bagian barat.
Sidang pengukuhan berlangsung khidmat pada Selasa (10/2/2026) di Hall Hotel Lynn Tuban, dihadiri jajaran PB PGRI Pusat, PGRI Jawa Timur, unsur Forkopimda, mitra kampus, hingga keluarga besar civitas akademika Unirow.
Tiga guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Imas Cintamulya, M.Si (Kepakaran Pembelajaran Biologi), Prof. Dr. Marita Ika Joesidawati, S.T., M.Pd., M.Si (Kepakaran Bioteknologi Kelautan), serta Prof. Dr. Warli, M.Pd (Kepakaran Pembelajaran Aljabar).
Baca Juga:
Prosesi diawali pembacaan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tentang kenaikan jabatan akademik dosen, kemudian dilanjutkan pengukuhan oleh Ketua Senat Unirow, Prof. Dr. Agus Wardhono, M.Pd.
Ketua BPLP PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Supardi Uki Sajiman, M.Pd, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Unirow. Menurutnya, Unirow menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Jawa Timur bagian barat yang memiliki lima guru besar.
“Ini prestasi luar biasa. Jarang ada perguruan tinggi yang mampu mengukuhkan tiga guru besar sekaligus,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Warli, M.Pd menegaskan bahwa gelar profesor bukan sekadar pengakuan akademik personal, melainkan hasil dari perjalanan panjang riset, pengabdian masyarakat, serta integritas dalam tata kelola akademik.
“Gelar guru besar mencerminkan kualitas dan kontribusi akademik seorang dosen, bukan semata jabatan,” ungkapnya.
Ia juga mengenang cita-cita almarhum Drs. Totok Supijanto, M.M, Ketua PPLP-PT PGRI Tuban sebelumnya, yang semasa hidup berharap Unirow mampu melahirkan guru besar—harapan yang kini terwujud.
Ketua PPLP-PT PGRI Tuban, Sudjarwoto, SH, S.Pd, M.H, MM, M.Hum, menilai tambahan tiga guru besar dari kepakaran berbeda ini memiliki peran strategis, terutama di sektor kemaritiman.
Dengan garis pantai Tuban yang mencapai lebih dari 60 kilometer, ia menilai potensi tersebut perlu dikaji dan dikembangkan melalui riset dan inovasi akademik.
“Lebih dari 60 kilometer garis pantai Tuban adalah potensi besar yang harus dikembangkan secara konseptual melalui riset,” tegasnya.
Pengukuhan ini juga mendapat perhatian LLDikti Wilayah VII Jawa Timur. Hadir secara daring, Kepala LLDikti Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M, menilai keberadaan para profesor dapat memperkuat sistem penjaminan mutu dan mendorong Unirow menuju tata kelola akademik berstandar internasional tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Selain pengukuhan, masing-masing guru besar juga menyampaikan orasi ilmiah.
Prof. Imas mengangkat tema Paradigma Baru Pembelajaran Biologi Abad 21, Prof. Marita membawakan orasi Benteng Biru Nusantara tentang bioteknologi kelautan, sementara Prof. Warli mengulas Penguatan Berpikir Aljabar melalui Intervensi Scaffolding.
Dengan capaian ini, Unirow Tuban semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan di Tuban dan Lamongan, serta diharapkan mampu berkontribusi lebih luas di tingkat nasional hingga internasional melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. (*)















