Tuban, berandaonline.id – PT United Tractors Semen Gresik (UTSG) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan inovasi pemanfaatan rambut jagung menjadi teh herbal melalui program JAGARA (Jagung Berdaya).
Program ini bertujuan mendorong pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok binaan Posyandu di sekitar wilayah operasional perusahaan tepatnya di Desa Pongpongan, Kec. Merakurak, Kab. Tuban.
Kolaborasi tersebut berangkat dari kondisi masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani dengan jagung sebagai salah satu komoditas utama. Selama ini, rambut jagung umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan sering dianggap sebagai limbah pertanian.
Baca Juga:
“Melihat potensi tersebut, UTSG bersama mahasiswa FISIP UNAIR menginisiasi pengembangan produk teh herbal rambut jagung sebagai alternatif produk kesehatan sekaligus peluang usaha masyarakat,” ujar Section head of CSR & Communication Wildan Maulana, dalam keterangan tertulis yang diterima berandaonline.id.
Sebagai bentuk implementasi program, pelatihan pengolahan rambut jagung menjadi teh herbal dilaksanakan pada 10 Juni 2026 dan diikuti sekitar 90 peserta dari kelompok binaan Posyandu.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung mengenai proses pengolahan rambut jagung, mulai dari pemilahan bahan baku, pencucian, pengeringan, pengolahan hingga penyajian produk yang siap dikonsumsi.
Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai manfaat kesehatan teh rambut jagung berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Universitas Airlangga. Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi pemanfaatan limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
“Tidak hanya berfokus pada proses produksi, program JAGARA juga memberikan pembekalan mengenai teknik pengemasan produk yang baik dan menarik serta strategi pemasaran sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk meningkatkan nilai jual produk,” imbuh Wildan biasa disapa.
Melalui pendekatan tersebut, lanjut Wildan para peserta tidak hanya mampu memproduksi teh herbal rambut jagung, tetapi juga memperoleh wawasan tentang pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Partisipasi aktif dalam sesi diskusi, praktik, dan tanya jawab menunjukkan besarnya ketertarikan masyarakat terhadap inovasi pemanfaatan rambut jagung sebagai produk bernilai ekonomi.
Respons positif tersebut menjadi indikasi bahwa teh herbal rambut jagung memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai salah satu produk unggulan masyarakat binaan.
Sebagai tindak lanjut, Tim CSR PT United Tractors Semen Gresik berencana melakukan pengembangan program pada tahap berikutnya dengan fokus pada pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam memproduksi teh herbal rambut jagung secara berkelanjutan.
“Program lanjutan tersebut meliputi penyempurnaan proses produksi, standarisasi kualitas produk, pengembangan desain kemasan yang lebih menarik, hingga penguatan strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasaran,” katanya.
Melalui pengembangan berkelanjutan tersebut, teh herbal rambut jagung diharapkan tidak hanya menjadi hasil pelatihan semata, tetapi mampu berkembang menjadi produk unggulan masyarakat binaan yang memberikan nilai tambah terhadap komoditas jagung lokal sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat sekitar. (Red/Ron)
















