Beranda Tuban – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kelurahan Doromukti, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Kamis (5/3/2026). Kehadiran orang nomor satu di Pemprov Jatim itu disambut antusias ratusan warga yang memadati lokasi.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah bersama Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, juga memborong berbagai produk UMKM untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
Sejak siang hari, warga tampak berjubel mengantre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Mulai dari ibu-ibu rumah tangga hingga lansia rela menunggu giliran demi menebus bahan pokok murah.
Baca Juga:
Khofifah menyampaikan bahwa pasar murah ini digelar sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan.
Sejumlah komoditas dijual di bawah harga pasaran. Telur yang biasanya sekitar Rp30.000 per kilogram dijual hanya Rp22.000 per kilogram. Daging ayam yang di pasaran rata-rata Rp42.000 per kilogram dijual Rp30.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng yang umumnya Rp16.000 per liter dijual Rp13.000 per liter.
“Telur kita jual Rp22.000, daging ayam Rp30.000, minyak goreng Rp13.000,” kata Khofifah.
Selain itu, cabai rawit yang di pasaran bisa mencapai Rp80.000 per kilogram dijual Rp40.000 per kilogram dalam pasar murah tersebut.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada warga lanjut usia. Bagi lansia di atas 60 tahun, disediakan paket beras kemasan yang dapat ditebus dengan harga Rp52.000.
“Ada beras khusus lansia kita jual Rp52.000,” imbuhnya.
Menurut Khofifah, menjelang Ramadan hingga mendekati Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan kebutuhan rumah tangga yang berdampak pada kenaikan harga bahan pokok. Karena itu, pemerintah hadir melalui program pasar murah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga.
“Mendekati Idul Fitri biasanya ada kenaikan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Maka kita hadir,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan pasar murah sengaja digelar di kawasan permukiman warga dan tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak menjadi pesaing bagi pedagang.
“Pertama digelar di pemukiman, kedua dijauhkan dari pasar tradisional karena pasar murah ini bukan kompetitor pasar tradisional,” pungkasnya. (*)















