Tuban, berandaonline.id – Perkembangan Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban terus menunjukkan tren positif. Memasuki tahun akademik 2026/2027, jumlah mahasiswa baru IIKNU Tuban mencapai 292 orang, terdiri dari 227 mahasiswa reguler dan 65 mahasiswa program alih jenjang.
Dari jumlah tersebut, program studi keperawatan masih menjadi jurusan dengan peminat tertinggi. Sementara itu, program baru Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga mendapat respons cukup tinggi, bahkan peminatnya datang dari sejumlah daerah di luar Tuban.
Rektor IIKNU Tuban, Dr. H. Miftahul Munir, mengatakan peminat program K3 tidak hanya berasal dari Tuban, tetapi juga dari Lamongan, Bojonegoro hingga Gresik.
Baca Juga:
“Yang minat jurusan K3 tidak hanya dari Tuban, tapi dari Lamongan, Bojonegoro, Gresik kesini semua. Kolaborasi dengan Ratna Juwita akan terus terjalin,” kata Dr. Munir, Sabtu (19/9/2026).
Menurutnya, perkembangan jumlah mahasiswa dan munculnya minat dari berbagai daerah menjadi bagian dari perjalanan IIKNU Tuban dalam mengembangkan pendidikan di bidang kesehatan.
Dr. Munir menyebut perkembangan tersebut tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari, serta sejumlah tokoh NU di Tuban.
Dukungan terhadap mahasiswa juga diwujudkan melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP). Pada tahun ini, sebanyak 30 mahasiswa IIKNU Tuban menerima KIP, meningkat dibandingkan periode awal program pada 2022 yang mencatat 25 penerima.
Ratna Juwita Sari menyerahkan KIP tersebut saat memberikan pembekalan wawasan kepada mahasiswa baru IIKNU Tuban tahun akademik 2026/2027.
“Sebenarnya bukan ranah komisi saya, tetapi demi rasa cinta ke IIKNU akhirnya kami perjuangkan dan sekarang ada 30 mahasiswa IIKNU yang mendapat KIP,” ujar Ratna.
Ratna juga mengapresiasi perjalanan IIKNU Tuban yang dinilainya terus berkembang. Ia mengatakan perjuangan IIKNU hingga mencapai kondisi saat ini tidak mudah sehingga diperlukan kolaborasi untuk mendorong kemajuan pendidikan kesehatan di Tuban.
Dalam kesempatan tersebut, Ratna berpesan agar mahasiswa tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga karakter dan spiritualitas, khususnya bagi mahasiswa yang mengikuti program asrama.
“Saya yakin generasi yang dicetak IIKNU Tuban ini menjadi tenaga kesehatan yang melayani sepenuh hati di masyarakat. IIKNU juga harus tetap istiqomah berjuang agar mahasiswa baru terus bertambah, dan juga lulusannya bisa terserap habis,” imbuhnya.
Sementara itu, Dr. Munir mengingatkan mahasiswa agar serius dan bertanggung jawab selama menjalani pendidikan. Menurutnya, bidang kesehatan memiliki tanggung jawab besar karena lulusan nantinya berhadapan langsung dengan pasien dan keselamatan manusia.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan orang tua selama proses pendidikan. Kolaborasi antara kampus, mahasiswa, orang tua, dan berbagai pihak dinilai penting untuk mendukung proses pendidikan hingga mahasiswa menyelesaikan studinya.
Dengan jumlah mahasiswa baru yang mencapai 292 orang, tingginya peminat keperawatan, serta mulai berkembangnya minat terhadap program K3 dari berbagai daerah, IIKNU Tuban memasuki tahun akademik 2026/2027 dengan basis mahasiswa yang semakin besar.
(red/ron)














