Tuban, berandaonline.id – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari memberikan pembekalan wawasan kepada mahasiswa baru Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU)Tuban tahun akademik 2026/2027, Sabtu (19/9/2026).
Moment tersebut turut diapresiasi, sebab menurut Ratna perjalanan dan perjuangan IIKNU hingga titik sekarang tidak gampang. Sehingga pihaknya siap mendukung dan kolaborasi agar ilmu kesehatan di Tuban semakin maju seiring berkembangnya kampus IIKNU.
Tak hanya memberikan motivasi, Ratna Juwita juga menyerahkan KIP kepada mahasiswa IIKNU dan kali ini tercatat sudah periode ketiga sejak tahun 2022. Awal KIP, Ratna mengatakan ada 25 orang dan sekarang sudah 30 mahasiswa.
Baca Juga:
“Sebenarnya bukan ranah komisi saya, tetapi demi rasa cinta ke IIKNU akhirnya kami perjuangkan dan sekarang ada 30 mahasiswa IIKNU yang mendapat KIP,” ujar Ratna Juwita.
Selain KIP, Ratna juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang masuk asrama. Program asrama sebenarnya telah dimulai sejak Akbid dan seimbang antara pendidikan karakter, spiritual, dan intektual.
“Saya yakin generasi yang dicetak IIKNU Tuban ini menjadi tenaga kesehatan yang melayani sepenuh hati di masyarakat. IIKNU juga harus tetap istiqomah berjuang agar mahasiswa baru terus bertambah, dan juga lulusannya bisa terserap habis,” imbuh politisi PKB asli Tuban itu.
Ratna Juwita juga menyampaikan pesan ketua Badan Pelaksana Penyelenggara di IIKNU, Noor Nahar Hussein agar kampus IIKNU tidak menambah jumlah pengangguran. Sekaligus yakin lulusan IIKNU mampu bersaing untuk masuk di dunia industri Tuban.
Sementara itu, Rektor IIKNU Tuban, Dr. H. Miftahul Munir menegaskan bahwa perkembangan kampus yang dipimpinnya tidak bisa lepas dari kontribusi Ratna Juwita beserta sejumlah tokoh NU di Tuban.
Menurut Dr. Munir, Ratna Juwita sebagai anggota DPR RI terus membersamai IIKNU hingga launchingnya program baru K3 dan luar biasa peminatnya.
“Yang minat jurusan K3 tidak hanya dari Tuban, tapi dari Lamongan, Bojonegoro, Gresik kesini semua. Kolaborasi dengan Ratna Juwita akan terus terjalin,” beber Dr. Munir.
Pihaknya berpesan kepada seluruh mahasiswa IIKNU agar serius dan bertanggungjawab dalam mengurusi nyawa pasien nanti. Dukungan orang tua juga sangat dibutuhkan karena kampus tidak bisa sendiri tanpa adanya kolaborasi dengan banyak pihak termasuk orang tua.
Diketahui, jumlah mahasiswa baru IIKNU mengalami perkembangan pesat dengan total 227 mahasiswa reguler, dan 65 orang program alih jenjang, dan peminat tertinggi masih jurusan keperawatan.
(red/ron)














