Bojonegoro, berandaonline.id – Program TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak hanya fokus membangun infrastruktur desa, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan pembuatan keripik pisang bagi ibu-ibu PKK di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.
Kegiatan nonfisik yang berlangsung di Balai Desa Kesongo pada Selasa (28/7/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya pelaku usaha mikro baru berbasis potensi lokal.
Kodim 0813 Bojonegoro menghadirkan narasumber dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading, Kristianingsih atau yang akrab disapa Bu Kristin Gading, untuk memberikan pelatihan sekaligus praktik langsung pengolahan keripik pisang.
Baca Juga:
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya diajarkan teknik mengiris pisang, tetapi juga dibekali pengetahuan mengenai pemilihan bahan baku berkualitas, tingkat kematangan buah yang tepat, proses penggorengan agar menghasilkan keripik renyah dan tidak berminyak, hingga teknik pengemasan yang menarik serta memiliki nilai jual.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Ibu-ibu PKK Desa Kesongo turut mempraktikkan setiap tahapan produksi dengan pendampingan langsung dari instruktur. Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah hasil panen pisang yang selama ini hanya dijual dalam bentuk segar menjadi produk olahan bernilai tambah.
Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa TMMD tidak hanya membangun jalan, rumah, maupun fasilitas umum, tetapi juga membangun kemandirian masyarakat.
“TMMD bukan hanya membangun jalan, rumah maupun fasilitas umum, tetapi juga membangun manusianya,” tegas Purnomo.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, melainkan juga dari tumbuhnya kemampuan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian secara mandiri setelah program berakhir.
Sementara itu, Kristianingsih menilai Desa Kesongo memiliki potensi besar dalam pengembangan produk olahan pisang.
“Potensi pisang di desa ini sangat besar. Jika diolah dengan teknik yang benar dan dikemas secara menarik, keripik pisang memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan,” ujarnya.
Ia juga mendorong peserta untuk terus berinovasi melalui pengembangan varian rasa, menjaga kualitas produk, serta memanfaatkan pemasaran digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi desa.
“Harapan kami, keterampilan ini benar-benar diterapkan sehingga mampu melahirkan UMKM baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadikan keripik pisang sebagai salah satu produk unggulan Desa Kesongo,” katanya.
(Red/Ron)














