Tuban, berandaonline.id – Nama Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Bangilan, Kabupaten Tuban mendadak menarik perhatian. Pasalnya, jembatan yang baru diresmikan itu justru didominasi warna biru, bukan merah putih seperti namanya.
Meski demikian, keberadaan jembatan tersebut tetap disambut antusias warga, khususnya 12 kepala keluarga (KK) di Dusun Sambong Lombok yang selama ini harus melintasi jembatan bambu dengan rasa was-was.
Jembatan itu diresmikan langsung oleh Bupati Aditya Halindra Faridzky bersama Kapolres Tuban, AKBP Alaiddin serta jajaran OPD dan Forkopimcam Bangilan-Tuban, Rabu (29/4), dalam rangkaian kegiatan Dialog Kamtibmas. Infrastruktur tersebut menjadi akses vital bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Baca Juga:
Mas Lindra, sapaan Bupati, menjelaskan bahwa akses tersebut setiap hari digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari bersekolah hingga aktivitas ekonomi seperti ke sawah dan pasar.
“Dulu masih berbentuk bambu. Lalu Kapolres Tuban menginisiasi agar dalam waktu cepat jembatan ini diperbaiki,” ujarnya.
Sebelumnya, warga hanya mengandalkan jembatan bambu yang rawan rusak, terutama saat debit air sungai meningkat. Kondisi tersebut kerap membuat warga khawatir saat menyeberang, baik untuk ke sekolah maupun ke lahan pertanian.
Kini, dengan struktur beton dan besi, jembatan tersebut memberikan rasa aman dan nyaman. Akses menuju sawah, pasar, hingga fasilitas pendidikan menjadi lebih lancar.
Bupati juga mengapresiasi kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tuban dan Polres Tuban dalam pembangunan jembatan tersebut. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci percepatan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Tuban AKBP Alaiddin menyebut pembangunan jembatan merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap program pemerintah daerah.
“Kami hanya mendukung. Yang menjadi penggerak utama adalah pemerintah daerah bersama masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, warga setempat Suparman (63) mengaku tidak mempermasalahkan warna jembatan tersebut. Baginya, yang terpenting adalah keamanan dan kemudahan akses.
“Dulu kami takut lewat, sekarang sudah aman. Mau warnanya apa saja tidak masalah,” ungkapnya.
Keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (Red/Ron)














