Tuban, berandaonline.id – Kerusakan bangunan berupa robohnya sosoran atap teras di SDN Kutorejo III, Kecamatan Tuban, dipastikan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Pendidikan bergerak cepat melakukan penanganan agar proses pembelajaran tetap berjalan aman dan kondusif.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Irma Putri Kartika, menjelaskan bahwa insiden terjadi pada siang menjelang sore hari setelah seluruh aktivitas belajar selesai dilaksanakan.
Baca Juga:
“Peristiwa ini terjadi setelah proses belajar mengajar berakhir, sehingga tidak ada siswa maupun tenaga pendidik yang berada di lokasi terdampak. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka,” ujar Irma.
Menurutnya, kejadian pertama kali diketahui warga yang tinggal di depan sekolah dan langsung dilaporkan kepada pihak terkait. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Dinas Pendidikan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tuban langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Hasil asesmen sementara menunjukkan bagian yang roboh merupakan sosoran atap teras luar di lantai dua, tepatnya di area luar ruang kelas 6. Kerusakan diduga dipicu kondisi material kayu penyangga yang sudah mengalami pelapukan.
“Dugaan sementara karena beberapa komponen kayu penyangga sudah lapuk sehingga tidak mampu menahan beban,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, dua ruang kelas di lantai atas yakni kelas 5 dan kelas 6 terdampak. Meski begitu, Dinas Pendidikan memastikan hak belajar siswa tetap terpenuhi dengan skema pembelajaran sementara.
Untuk menjaga keselamatan siswa, ruang kelas terdampak sementara tidak digunakan. Proses belajar dialihkan ke ruang kelas di lantai bawah dengan pengaturan jadwal masuk pagi dan siang.
“Keselamatan peserta didik menjadi prioritas utama. Dengan pengaturan ini, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengurangi hak belajar anak-anak,” tegas Irma.
Sebagai langkah tanggap darurat, penanganan awal langsung dilakukan pada malam hari dengan melibatkan tenaga profesional guna mengamankan area dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
“Malam ini juga kami lakukan penanganan awal bersama tenaga profesional. Jika diperlukan, pekerjaan akan dilanjutkan hingga besok agar kondisi benar-benar aman,” imbuhnya.
Selain penanganan darurat, Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban juga telah mengusulkan dukungan anggaran melalui Perubahan APBD (PAPBD) Tahun 2026 untuk perbaikan menyeluruh bangunan sekolah.
“Kami berharap penanganan tidak hanya bersifat sementara, tetapi bisa dilakukan secara tuntas agar keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar di SDN Kutorejo III kembali optimal,” pungkasnya. (Red/Ron)
















