Tuban, berandaonline – Jarak antara Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur bukan menjadi penghalang bagi tumbuhnya kepedulian. Dalam waktu hanya satu hari, donasi yang dihimpun dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban berhasil terkumpul hingga Rp95.298.000.
Dana tersebut tidak berhenti sebagai angka dalam penggalangan donasi. Pemkab Tuban langsung membelanjakannya menjadi berbagai kebutuhan dasar untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Selasa malam (18/8/2026), dua kendaraan yang membawa bantuan kemanusiaan diberangkatkan dari halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Tuban.
Baca Juga:
Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Wakil Bupati Tuban Joko Sarwono, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Budi Wiyana turut melepas keberangkatan bantuan tersebut.
Bantuan merupakan hasil donasi dari Bupati, Wakil Bupati, ASN, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tuban sebagai bentuk solidaritas untuk masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.
Bupati Tuban yang akrab disapa Mas Lindra mengatakan, pengiriman bantuan tersebut bukan semata soal nilai material.
Menurutnya, ada pesan solidaritas yang ingin disampaikan kepada masyarakat NTT, bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit akibat bencana seorang diri.
“Musibah yang terjadi di NTT adalah duka kita bersama. Sudah sepatutnya kita hadir dan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” ungkap Bupati Lindra.
Dalam waktu relatif singkat, kepedulian dari jajaran Pemkab Tuban berhasil dihimpun dan diwujudkan menjadi bantuan barang.
Bagi Lindra, cepatnya penggalangan bantuan tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan ketika masyarakat Indonesia menghadapi bencana.
“Nilainya mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan yang ada, tetapi kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban saudara-saudara kita di NTT. Yang paling penting adalah pesan bahwa mereka tidak sendiri. Ada saudara-saudara dari Tuban yang ikut merasakan duka dan peduli terhadap kondisi mereka,” jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, melaporkan total donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp95.298.000.
Dana tersebut kemudian dibelanjakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa.
Bantuan yang diberangkatkan meliputi biskuit bayi dan dewasa, mi instan, susu formula, cereal, susu UHT, minyak goreng, gula, hingga kopi instan.
Selain kebutuhan pangan, bantuan juga berisi berbagai perlengkapan kebersihan dan kebutuhan sehari-hari, seperti pasta gigi, sikat gigi, sabun mandi, sampo, detergen, pembalut, diapers untuk anak maupun dewasa, serta tisu.
Pemkab Tuban juga mengirimkan kebutuhan penunjang seperti selimut, sarung, dan mukena.
Dengan demikian, bantuan yang dikirimkan tidak hanya difokuskan pada kebutuhan makanan, tetapi juga kebutuhan bayi, perempuan, lansia, serta perlengkapan sehari-hari masyarakat yang terdampak bencana.
Mas Lindra menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan pihak yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan donasi.
Menurutnya, aksi tersebut membuktikan bahwa rasa kepedulian tidak harus dibatasi oleh jarak geografis.
Dari Tuban, masyarakat ikut memberikan dukungan kepada warga di NTT yang sedang menghadapi masa sulit akibat gempa bumi.
“Terima kasih kepada seluruh ASN yang telah berpartisipasi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Dari Tuban untuk NTT, kita kirimkan bantuan sekaligus doa agar masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” sambungnya.
Aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemkab Tuban untuk terus menjaga semangat solidaritas dan kepedulian sosial, tidak hanya bagi masyarakat di wilayah Tuban, tetapi juga bagi saudara sebangsa yang tengah tertimpa musibah.
Setelah diberangkatkan dari Tuban, bantuan tersebut selanjutnya akan dikumpulkan di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jawa Timur.
Bantuan dari Kabupaten Tuban akan digabungkan dengan bantuan kemanusiaan dari berbagai kabupaten dan kota lain di Jawa Timur sebelum dikirimkan menuju wilayah terdampak gempa di NTT.
Sudarmaji mengatakan, rencananya bantuan akan diberangkatkan melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Kamis pagi.
Cepatnya penggalangan donasi hingga keberangkatan bantuan menjadi gambaran bagaimana kepedulian masyarakat dapat bergerak menjadi aksi nyata. (Red/Ron)














