Beranda Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan itu disampaikan dalam rapat koordinasi bersama SPPI dan SPPG se-Kabupaten Rembang di Rumah Dinas Bupati, Senin (2/3).
Bupati Rembang, Harno, secara tegas mengingatkan seluruh pihak agar tidak ada makanan basi dalam pelaksanaan MBG. Selain kualitas, ia juga menekankan kesesuaian nilai anggaran dengan harga pasar yang berlaku.
“Program ini harus dijaga dengan baik. Jangan sampai ada makanan basi. Kemudian terkait nilai, harus sesuai. Porsi besar Rp10.000, porsi kecil Rp8.000. Kalau harga pasar naik, ya disesuaikan, karena kondisi pasar itu dinamis,” tegasnya dikutip dari rilis resmi Kominfo.
Baca Juga:
Menurut Harno, kualitas makanan menjadi kunci utama keberhasilan program MBG, mengingat sasaran program adalah peserta didik yang membutuhkan asupan gizi layak dan aman dikonsumsi. Ia tidak ingin ada kelalaian yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut.
Rakor tersebut juga menjadi ruang evaluasi atas berbagai masukan masyarakat, termasuk terkait menu yang dinilai kurang sesuai. Pemkab memastikan pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala.
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menambahkan bahwa seluruh kepala SPPG adalah bagian dari aparat pemerintah yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kualitas dan tata kelola program.
Ia menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin agar tidak terjadi kesalahan teknis di lapangan. Selain itu, komunikasi yang baik antarpenyelenggara juga dinilai penting untuk menjaga keseragaman pemahaman, baik terkait menu maupun pelaksanaan distribusi.
Sementara itu, Anggota DPRD Rembang, Puji Santoso, turut mengingatkan pentingnya transparansi harga dan pengawasan kualitas makanan. Ia menegaskan bahwa standar harga harus dicantumkan secara jelas agar masyarakat memahami besaran anggaran yang digunakan.
Dengan penguatan pengawasan, disiplin SOP, serta penyesuaian nilai anggaran sesuai kondisi pasar, Pemkab Rembang berharap pelaksanaan MBG berjalan optimal, bebas dari persoalan makanan basi, dan benar-benar memberikan manfaat gizi bagi peserta didik di Kabupaten Rembang.(*)














