Tuban, berandaonline.id – Perkembangan media sosial membuat siapa pun kini bisa menjadi penyampai informasi. Hanya dengan sebuah gawai, informasi dapat dibuat dan disebarkan kepada publik dalam hitungan detik.
Di tengah kondisi tersebut, kemampuan memilah, memeriksa, dan mengolah informasi menjadi semakin penting. Terlebih bagi pelajar yang menjadi salah satu kelompok paling aktif menggunakan media digital.
Persoalan inilah yang menjadi salah satu fokus dalam sekolah jurnalistik yang digelar Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) di SMK Manbail Futuh, Kecamatan Jenu, Tuban, kemarin (30/9).
Baca Juga:
Sebanyak 35 siswa dari sejumlah sekolah mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mendapatkan materi mengenai teknik membuat berita, tetapi juga dibekali pemahaman tentang bagaimana memperoleh informasi, mengolah data, memeriksa sumber, hingga menyampaikan informasi kepada publik secara tepat.
Ketua RPS Tuban Khoirul Huda mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mendapatkan sekaligus menyampaikan informasi.
Jika sebelumnya penyampaian informasi kepada publik lebih banyak dilakukan melalui media massa seperti koran dan televisi, kini media digital dan media sosial membuat masyarakat dapat menyebarkan informasi secara langsung.
“Sekarang masyarakat juga bisa menjadi penyampai informasi karena adanya gadget dan media sosial. Karena itu, bagaimana informasi tersebut disaring dan disampaikan dengan baik menjadi penting,” ujar Huda.
Menurut Huda, kondisi tersebut membuat pemahaman dasar jurnalistik relevan tidak hanya bagi calon wartawan. Kemampuan memastikan sumber dan kebenaran informasi juga diperlukan masyarakat ketika berhadapan dengan berbagai informasi yang muncul di ruang digital.
Karena itu, peserta sekolah jurnalistik tidak hanya diajari cara membuat berita. Mereka juga diajak memahami pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya kepada publik.
Informasi yang diterima, kata Huda, tidak seharusnya langsung disebarluaskan sebelum diketahui sumber dan kebenarannya.
Sekolah jurnalistik tersebut juga dirancang agar manfaatnya tidak berhenti pada 35 peserta. Para siswa yang mengikuti kegiatan merupakan perwakilan dari sejumlah lembaga pendidikan dan diharapkan dapat membagikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada teman-temannya di sekolah masing-masing.
Delapan lembaga pendidikan mengirimkan perwakilan dalam kegiatan tersebut. Yakni SMK Manbail Futuh, MA Manbail Futuh, MA Al Hidayah, SMA Manbail Huda, SMAN Tambakboyo, SMKN Tambakboyo, SMKN 3 Tuban, dan MA Salafiyah Merakurak.
RPS juga menyiapkan praktik jurnalistik serta kompetisi bagi para peserta. Siswa yang menunjukkan prestasi dalam kegiatan tersebut akan mendapatkan pendampingan lebih lanjut di bidang jurnalistik.
“Teman-teman yang menjadi perwakilan sekolah mendapatkan ilmu jurnalistik. Selanjutnya ilmu tersebut bisa dibagikan kepada teman-teman di sekolahnya,” kata Huda.
Kasubbag TU Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro-Tuban Zuliati mengatakan, kemampuan mengolah dan menyampaikan informasi menjadi bekal penting bagi pelajar di tengah derasnya arus informasi.
Menurut dia, informasi yang muncul di lingkungan sekolah juga perlu disampaikan melalui mekanisme yang baik agar dapat menjadi bahan evaluasi maupun tindak lanjut.
“Apa pun informasinya, harus disampaikan dengan baik sehingga kami bisa menindaklanjutinya,” tutur Zuli.
Pelaksanaan sekolah jurnalistik tersebut mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan. Dukungan itu menjadi bagian dari kolaborasi dalam memberikan edukasi jurnalistik kepada para pelajar.
Perusahaan yang mendukung kegiatan tersebut antara lain Pertamina EP, Pertamina Patra Niaga, PLN Nusantara, Bank Jatim, Solusi Bangun Indonesia (SBI), PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), serta Perumda Air Minum Tirta Lestari Pemkab Tuban.
Huda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Menurut dia, dukungan perusahaan membuat program edukasi jurnalistik yang digagas RPS dapat terlaksana.
Dia menegaskan, kegiatan RPS diarahkan pada kegiatan edukatif yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dalam sekolah jurnalistik ini, para peserta juga diposisikan sebagai bagian dari upaya memperluas edukasi literasi informasi di lingkungan sekolah.
(red/ron)














