Tuban, berandaonline.id – Puluhan warga Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, memblokade akses masuk Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban, Kamis (30/7/2026). Aksi tersebut dipicu belum terealisasinya dua dari tiga poin kesepakatan yang sebelumnya telah disetujui dalam audiensi antara warga dan pihak vendor.
Blokade membuat aktivitas keluar masuk truk pengangkut batu bara maupun material semen menuju kawasan pabrik terhenti. Warga menyebut aksi ini sebagai bentuk penagihan komitmen perusahaan yang dinilai hanya sebatas janji.
Aksi bermula dari kekecewaan warga terhadap pembangunan silo dan operasional pelabuhan yang dikerjakan dua vendor PT SIG Tuban, yakni PT Brion Bara Indonesia dan PT Mahkota Artha Sejati.
Baca Juga:
Selama sekitar enam bulan proyek berlangsung, warga mengaku tidak pernah mendapat sosialisasi yang memadai. Mereka juga menilai aktivitas proyek memunculkan berbagai persoalan, seperti debu batu bara, polusi udara, kebisingan, hingga kekhawatiran terganggunya aktivitas nelayan di perairan sekitar.
Menurut warga, berbagai dampak tersebut tidak diimbangi dengan perhatian maupun kompensasi yang layak dari perusahaan.
Persoalan ini sebenarnya telah dimediasi melalui audiensi pada 6 Juli 2026. Dalam pertemuan tersebut disepakati tiga poin tuntutan warga, yakni pemberian bantuan sembako bagi warga terdampak, perbaikan jalan, dan pembangunan balai nelayan.
Namun hingga akhir Juli, warga menilai hanya bantuan sembako yang mulai disalurkan, itupun belum diterima seluruh warga terdampak.
Adapun perbaikan jalan dan pembangunan balai nelayan belum menunjukkan progres. Kondisi itulah yang memicu warga menutup akses menuju pelabuhan.
“Kami sudah mengadukan hal ini kepada pihak vendor maupun perusahaan, namun sampai hari ini tidak ada respons. Tiba-tiba pekerjaan tetap berjalan. Kami sudah geram karena selama ini seolah tidak ada iktikad baik,” ujar Subianto, salah seorang warga.
Perwakilan warga lainnya, Wahyudi, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk spontanitas masyarakat yang menuntut kepastian pelaksanaan hasil audiensi.
“Ini aksi spontanitas warga untuk menanyakan kelanjutan hasil audiensi tanggal 6 Juli lalu. Dari tiga tuntutan yang disepakati, sampai tanggal 30 Juli ini baru satu yang direalisasikan,” katanya.
Kepala Desa Socorejo, Zubas Arief Rahman Hakim, mengatakan pemerintah desa sebenarnya tidak menginginkan adanya penutupan akses pelabuhan. Namun lambatnya tindak lanjut dari pihak vendor membuat kepercayaan masyarakat terus menurun.
“Warga sebenarnya hanya meminta kepastian atas komitmen yang telah disepakati. Sembako memang sudah mulai diberikan meski belum menyeluruh, tetapi tuntutan lainnya belum direalisasikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, apabila belum ada langkah konkret dalam waktu dekat, warga berencana mendirikan tenda keprihatinan di depan pintu masuk proyek sebagai bentuk protes lanjutan.
Setelah blokade berlangsung, perwakilan PT SIG bersama Direktur PT Brion Bara Indonesia, Amin, menemui massa untuk berdialog.
Suasana sempat memanas karena warga meluapkan kekecewaan terhadap lambatnya realisasi kesepakatan. Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyatakan siap mendatangkan material bangunan sebagai bentuk komitmen awal serta menghadiri pertemuan lanjutan di Balai Desa Socorejo pada Jumat (31/7/2026).
Direktur PT Brion Bara Indonesia, Amin, mengakui dirinya kurang memantau perkembangan persoalan di lapangan karena selama sekitar satu setengah tahun terakhir lebih banyak menyerahkan operasional kepada bawahannya.
“Saya setahun setengah fokus bertani, semua saya serahkan ke anak buah saya. Saya kurang monitor,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan PT SIG, M. Erfan, menyatakan tidak memiliki kewenangan memberikan keterangan kepada media dan meminta konfirmasi disampaikan melalui Corporate Communication.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia maupun Senior Manager Corporate Communication PT SIG Pabrik Tuban, Dharma Sunyata, belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi dari awak media.
(Red/Ron)
















