Tuban, berandaonline.id – Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. Sahiron, MA, mendorong mahasiswa baru Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Senori Tuban untuk melihat transformasi digital sebagai peluang dalam mengembangkan kapasitas keilmuan dan menghadapi perubahan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Prof. Sahiron saat menjadi keynote speaker dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) STAI Senori Tuban Tahun Akademik 2026/2027.
Dalam paparannya, Prof. Sahiron memberikan orientasi mengenai arah kampus dan pendidikan tinggi keagamaan dalam menghadapi masa depan.
Baca Juga:
Mahasiswa didorong untuk melihat perubahan digital bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai ruang baru untuk mengembangkan kapasitas keilmuan dan memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat.
“Perubahan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan adaptasi,” ujar Prof Sahiron.
Menurutnya, kampus tidak cukup hanya menjadi tempat transfer pengetahuan, tetapi harus menjadi ruang yang melahirkan manusia pembelajar, kritis, inovatif, dan mampu membaca kebutuhan zaman.
Bagi mahasiswa baru harus membangun kemampuan berpikir, mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring, serta memiliki kesiapan menghadapi dinamika kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi.
Ketua STAI Senori Tuban, Dr. M. Yusuf Aminuddin, S.Pd.I., M.Pd., menegaskan bahwa tema PBAK tahun ini merupakan bagian dari respons kampus terhadap perubahan yang sedang berlangsung.
Menurutnya, transformasi digital harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pengembangan mahasiswa. Namun, pemanfaatan teknologi tidak boleh berjalan tanpa arah nilai.
“Mahasiswa harus mampu memanfaatkan transformasi digital sebagai peluang untuk mengembangkan keilmuan, kreativitas, jejaring, dan kontribusi kepada masyarakat. Namun, kemajuan teknologi harus tetap dibingkai dengan nilai-nilai agama dan akhlak,” pesan Dr. Yusuf.
Sekedar informasi, Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026/2027 STAI Senori mengusung tema “Digital Transformation: Building a Religious Culture of Digitalization.” Kegiatan ini diikuti kurang lebih 205 mahasiswa baru.
(red/ron)














