UNUMA Dituntut Kritis Sebagai Kiblat Akademik Masyarakat Tuban

Editor

Berita

Peralihan nama atau status ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag kepada Rektor IAINU Tuban Prof. Dr. M.Syamsul Huda, M.Fil.I. (foto/dok.UNUMA)

Tuban, berandaonline.id – Deretan universitas di Kabupaten Tuban bertambah satu lagi yakni Universitas Nahdlatul Ulama Makhdum Ibrahim (UNUMA). Kampus ini sebelumnya bernama Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban.

Peralihan nama atau status ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag kepada Rektor IAINU Tuban Prof. Dr. M.Syamsul Huda, M.Fil.I.

Prof. Dr.Suyitno, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan, setelah menjadi universitas semua akan semakin luas, baik akses mahasiswanya, maupun bidang ilmu dan lainnya. Jika dulu spesifik mulai dari STITMA kemudian IAINU lalu menjadi UNUMA maka saat ini akses lebih luas bisa diberikan pada masyarakat.

‘’Tuban punya Ronggolawe yang menjadi contoh pejabat kritis, maka UNUMA juga harus menjadi kampus yang kritis. Kalau kampus sudah tidak mau berfikir kritis lalu masyarakat harus berkiblat ke mana,’’ katanya.

Selain terus melakukan riset, dosen UNUMA juga harus terus meningkatkan kapasitas dan kualifikasinya. Di UNUMA nanti, kata Prof Suyitno minimal harus punya 7 guru besar. Hal itu menurutnya sebuah kebutuhan. Sehingga dosen harus terus meningkat kompetensi, karena hal itu akan menjadi branding.

‘’Kalau mau bermitra dengan kampus lain, kalau mau kerjasama selalu ditanya akreditasimu apa? Maka harus unggul. Walaupun negeri kalau tidak unggul masih di bawah swasta. Kalau akreditasi masih baik itu minimalis, jadilah kaum maksimalis. Jadi setelah SDM harus mengawal akreditasinya,’’ harapnya.

Untuk prodi yang unggul statusnya sejajar dengan universitas-universitas lain yang prodi juga unggul.

‘’Sekarang tidak melihat negeri atau swasta tapi apa akreditasinya, akreditasi prodinya dam sebagainya,’’ tegasnya.

Sementara Rektor IAINU Tuban Prof.Dr.M.Syamsul Huda, M.Fil.I mengatakan, penyerahan SK hari itu adalah sebuah momen bersejarah. Dari IAINU menjadi UNUMA menurutnya bukan hanya perubahan bentuk, tapi bagian dari strategi paradigma pendidikan di Indonesia, yakni paradigma adaktif.

‘’Alih status ini menjadi mimpi panjang IAINU. Saat awal saya ditugasi PBNU menjadi rektor, salah satunya untuk menaikkan level institut menjadi universitas. Ini hasil kerja keras kita semua. Tentu tanggungjawab makin besar,’’ ujarnya.

Menurut Prof.Syamsul, menaikkan level dan memperluas akses, tidak hanya hanya bicara pada islamis studies, tapi bagaimana studi keislaman masuk sains. Dengan berubah menjadi universitas, jangkauan menjadi makin luas, karena akan menawarkan prodi-prodi umum juga.

‘’Juga bisa kerjasama dengan pemerintah. Karena selama ini dikenal agamis, tapi sekarang kita buka juga untuk umum,’’ jelasnya.

Selama ini IAINU Tuban, lanjut Prof. Syamsul, sudah banyak prestasi yang didapat. Prestasi itu menjadi motivasi untuk berubah dari kecil menjadi besar, dari small menjadi great.

‘’Itu bisa didapat dengan kerja keras dan disiplin. Sekarang kita punya 6 doktor, 1 Rektor Kepala, pada 2027 nanti tambah doktor lagi, dan semoga segera ada guru besar,’’ katanya.

Sebelumnya IAINU Tuban sudah punya 4 Fakultas yakni Fakultas Tarbiyah yakni 3 prodi untuk strata satu yakni Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) serta program S2 Prodi PAI.

Kemudian Fakultas Dakwah dengan Prodi Manajemen Dakwah dan Psikologi Islam. Lalu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) dengan Prodi Perbankan Syariah (PS) dan Fakultas Syariah dengan Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), ke depan bakal bertambah lagi jumlah fakultas maupun prodinya.

Perlu diketahui, penyerahan SK yang digelar di aula KH.Hasyim Asy’ari Rektorat Jumat (28/8/2026) tersebut juga dirangkai dengan Pembinaan Karier sumber daya manusia (SDM).

Selain Dirjen Pendis, hadir dalam penyerahan SK tersebut Kepala Kantor Kemenag Tuban Umi Kulsum S.Ag, M.Pd.I, Pengurus PCNU Tuban, pengurus BPP IAINU Tuban dan Senat. Dari jajaran Rektorat IAINU Tuban selain Rektor hadir seluruh Wakil Rektor, lalu para Dekan, Kaprodi, Ketua Lembaga dan Unit serta tenaga kependidikan (tendik) dan karyawan.

(red/ron)

Terpopuler

Pengendara Honda Vario Tewas Usai Jatuh Menghindari Jalan Rusak di Tuban

Editor

Beranda Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi di wilayah hukum Polres Tuban pada hari Jumat pagi, 01 Agustus 2025. ...

Curi Diesel Traktor di Persawahan Tuban, Pelaku Jual Barang Curian Lewat Facebook, 2 DPO Diburu

Editor

Beranda Tuban – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban berhasil mengamankan pelaku pencurian diesel traktor di area persawahan Desa Tengger, ...

Kasus Penipuan Pelunasan Hutang Fiktif dengan SBKKN BRI Tuban, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Editor

Beranda Tuban – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tuban melalui Unit Tindak Pidana Ekonomi mengungkap kasus penipuan berkedok program pelunasan ...

Parenting KB-RA Muslimat NU Salafiyah Merakurak Tuban: Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua Lindungi Generasi Emas dari Zat Adiktif

Editor

Beranda Tuban – KB-RA Muslimat NU Salafiyah Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban menggelar kegiatan parenting yang bertujuan untuk memberikan edukasi bagi ...

Rotasi Besar di Pemkab Tuban, 8 Pejabat Tinggi Dilantik Mas Lindra Hari Ini

Editor

Beranda Tuban – Suasana Pendapa Kridha Manunggal, Kamis (31 Juli 2025), terasa khidmat saat Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, memimpin ...

Kecelakaan Maut di Rengel Tuban, Pengendara Asal Bojonegoro Meninggal di Puskesmas

Editor

Beranda Tuban – Kecelakaan lalu lintas tragis terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 06.45 WIB di Jalan Pakah-Soko, Desa Maibit, ...

Tinggalkan komentar