Tuban, berandaonline.id – Posisi Kampus Universitas PGRI Ronggolawe Tuban saat ini tak dapat dianggap sebelah mata. Sebab, di mata Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, SH universitas andalan Tuban Bumi Wali itu memiliki daya tawar penting pada pembangunan nasional serta punya kemampuat memutus rantai kemiskinan lewat penerapan ilmu pengetahuan.
Saat menjadi Keynote Speakers dalam Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat ke 11 tahun 2026 Universitas PGRI Ronggolawe, Kamis 27 Agustus 2026,Agus Jabo menyampaikan bahwa Unirow tidak boleh hanya berkutat pada pencapaian akademik, peningktakan jumlah lulusan, maupun publikasi ilmiah.
Lebih penting, Unirow harus mampu menjadikan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan perubahan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga:
“Jangan tanya berapa mahasiswa yang diwisuda, tetapi tanyalah berapa banyak ilmu pengetahuan yang berkontribusi bagi masyarakat” Ujar Agus Jabo yang disampaikan via daring.
Adapun maksud Unirow memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional, karena kampus Ronggolawe saat ini telah memiliki sumberdaya intelektual, kemampuan riset, serta jejaring akademik yang diarahkan untuk menjawab persoalan sosial yang muncul.
Agus Jabo juga mengingatkan bahwa pesoalan kemiskinan di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi saja. Namun juga berkorelasi dengan kemiskinan struktural. Ia juga menyoroti kecendrungan anak dengan orang tua berpendidikan rendah, berpotensi memilik tingkat pendidikan yang tidak jauh berbeda.
“Hampir 64% anak dari orang tua yang berada dalam garis kemiskinan berpotensi mewarisi kemiskinan struktural. Sementara anak dari orang tua berpendidikan rendah cenderung memiliki tingkat pendidikan yang sama,” ucapnya.
Lebih jauh lagi, ia juga menyoroti peran perguruan tinggi dalam menyongsong generasi emas tahun 2045. Menurutnya, kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kemampuan pendidikan tinggi dalam melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan siap menghadapi perubahan zaman.
“Berbicara tentang PT, kita sedang berbicara tentang kemajuan bangsa. Kita butuh generasi tangguh dan berkarakter yang benar-benar siap menghadapi situasi yang selalu berubah”, imbuhnya.
Menanggapi pernyataan Wamensos, Rektor Unirow, Prof. Warli, M.Pd, mengatakan, Unirow siap mengambil peran strategis dalam mendukung arah pembanguan nasional melalui pengutan riset, inovasi dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu menghasilkan inovasi sekaligus membangun karakter mahasiswa agar memiliki daya saing dan ketangguan.
Rektor berharap melalui momen SNasPPM ke 11 akan menjadi ruang untuk menyampaikan dan menyerap aspirasi yang dapat dirumuskan menjadi rekomnedasi strategis bagi pembangunan nasional.
Warli juga menyoroti bonus demografi ketika Indonesia memasuki usia kemerdekaan yang ke-100 pada tahun 2024. Di mana Jumlah penduduk usia kerja mendominasi dibandingkan kelompok usia tanggungan.
Namun, bagi Warli bonus demografi juga bisa menjadi tantangan mana kala generasi muda tidak memiliki kompetensi, karakter serta kesiapan dalam menghadapi perubahan global.
“Ini akan menjadi berkah apabila generasi muda mendapatkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi. Namun, ia akan berubah menjadi beban jika generasi muda tidak memiliki potensi serta kesiapan dalam menyikapi dinamika perubahan dan perkembangan global yang semakin kompleks”, ucap rektor. (red/ron)














